Rasulullah saw dan Hutang

2009 April 27 at 9:21 am Leave a comment

Catatan: saya tidak memiliki ilmu hadis, sehingga saya tidak menjamin keshaihan hadis ini. Jai para pengunjung sebaiknya mencari kesohihan hadis ini, dan hadis2 yang dimuat diblog saya yang lain.

Allahumma Shali ‘ala Muhammad…

Doa terlilit hutang

Suatu hari salah seorang sahabat anshar datang kepada Rasulullah saw dan berkata, “Ya Rasulullah, aku terlilit hutang. Aku terus berikhtiar tetapi keadaanku belum berubah. Rasulullah mengajarkan suatu doa kepadanya, “Allahumma innii ‘auuzubika minal hammi wal hazani, wa ‘auzubika minal ‘ajzi wal kasali, wa ‘auzubika minal bukhli wal jubni, wa ‘auzubika minal dhalala’id daini wal ghalabatir rijaali (Ya Allah, aku mohon perlindungan Engkau dari sedih dan gelisah, dari kelemahan dan kemalasan, dari kekikiran dan sifat pengecut. Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kekuasaan (paksaan) orang-orang yang memberi hutang.” (HR Bukhari)

1. Dalam kehidupannya Rasulullah saw pernah berhutang kepada sahabatnya Jabir ibn Abdillah ra. Ketika Nabi telah mampu membayarnya, Rasulullah saw mendatangi Jabir dan membayarnya dengan cara melebihkan dari pokok hutangnya. Jabir berkata, “Ya Rasulullah, sudah aku ikhlaskan untuk Allah dan rasul-Nya.” Rasulullah menjawab, “Wahai sahabatku, Hutang itu adalah hak orang yang memberi hutang dan kewajiban bagi yang berhutang. Siapa yang tidak memenuhi hak orang lain padahal ia mampu untuk hal itu maka sama saja ia menyimpan bara api neraka di dalam perutnya.” (HR Bukhari & Muslim)
Sungguh mulia akhlak Rasulullah saw, ia meminjam kepada sahabatnya dan ketika ia mampu, ia membayarnya dengan lebih walaupun tidak diisyaratkan di depan ketika aqad pinjam meminjam dilaksanakan.

2. Dalam suatu riwayat disebutkan, disaat wafat, Rasulullah saw masih memiliki hutang kepada seorang yahudi.

Ketika berhutang, Rasulullah saw menjaminkan kepada orang yahudi tersebut baju besi perang nya. Ketika hendak ditebus oleh Abu Bakar setelah wafatnya Rasulullah saw, orang yahudi tersebut mengatakan, “Jaminannya melebihi nilai hutang nya. Engkau tidak perlu menebusnya.”
Dimasa kehidupannya Rasulullah pernah menasehati Asma’ rha dan suaminya Zubair ra ketika melihat mereka pasangan yang memiliki kelapangan akan harta. Nabi bersabda, “Infaqkanlah hartamu, janganlah menghitungnya. Jika engkau menghitungnya, maka Allah SWT akan memberi rezeki kepada mu dengan dihitung-hitung. Dan janganlah kamu menyimpan hartamu melebihi keperluanmu, nanti Allah SWT akan menahan pemberian rezeki kepada mu. Belanjakanlah (infaqkanlah) hartamu semampu mu.” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Dimasa kehidupannya, Rasulullah saw juga pernah menasehati Abdullah bin Mas’ud ra, Rasulullah bersabda,

“Barangsiapa yang tertimpa kesempitan sehingga ia merasakan kelaparan, lalu ia meminta-minta kepada manusia, kelaparannya tidak akan hilang. Tapi jika ia mengadukannya kepada Allah ‘azza wa jalla, maka Allah SWT akan memberikan kepadanya rezeki yang akan ia dapatkan dengan segera atau terlambat sedikit. (HR At-Tirmidzi)

4. “Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan Menyedekahkan (sebagian atau semua hutang) itu, lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al Baqarah [2]:280)


5. Rasulullah saw dalam suatu kesempatan ditengah para sahabatnya bersabda, “Siapa yang menangguhkan pembayaran hutang seseorang kepadanya karena orang yang berhutang itu dalam kesulitan, atau membebaskannya dari hutangnya, maka dia akan dilindungi pada hari-hari kesulitannya di dunia dan di akhirat kelak.” Kemudian Rasulullah saw melanjutkan, “Sungguh, satu dinar yang kamu sedeqahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu sedeqahkan untuk membebaskan hamba sahaya (budak), satu dinar yang kamu sedeqahkan kepada fakir miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada anak-anak dan istri mu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Maka yang paling tinggi derajatnya adalah satu dinar yang kamu nafkahkan kepada anak-anak dan istrimu itu.” (HR Muslim)

Entry filed under: RELIGI. Tags: .

Penggunaan Cursor MYSQL Sikap Rasulullah SAW terhadap Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories


%d bloggers like this: